

Siapa sangka, pertemuan sederhana lewat media sosial pada suatu hari di bulan September 2022 akan mengubah hidup kami. Hanya dalam seminggu setelah saling menyapa lewat chat, tepatnya tanggal 22 September 2022, kami memutuskan untuk saling menjaga hati—meski jarak membentang, karena saat itu ia sedang merantau. Hubungan kami dimulai dari layar, tapi hati kami langsung bicara lebih dalam.
Tiga bulan kami jalani hubungan jarak jauh. Lalu, tanpa banyak kata, ia memutuskan untuk pulang. Bukan karena rindu semata, tapi karena ingin membuktikan bahwa niatnya sungguh-sungguh—bahwa ia tidak hanya hadir untuk singgah, tapi untuk menetap.

Hampir tiga tahun kami belajar tentang arti kesetiaan, kesabaran, dan saling mengalah. Bukan tanpa badai—ego, tangis, bahkan kata "putus" pernah singgah. Tapi setiap kali hampir menyerah, kami memilih untuk bertahan. Karena dalam hati yang paling dalam, kami tahu: kami sedang menuju sesuatu yang lebih besar dari sekadar status—kami sedang belajar menuju masa depan.
Dan pada tanggal 23 Juni 2025, ia datang bukan lagi dengan kata, tapi dengan restu dan kesungguhan. Hari itu, ia melamar, dan semua perjalanan terasa semakin nyata. Allah mempertemukan dua hati yang telah melewati banyak ujian, dengan satu tujuan: rumah yang bernama kami.

Kini, dengan segala kerendahan hati dan rasa syukur yang tak terhingga, kami tiba di titik yang telah lama kami doakan—melangkah ke jenjang pernikahan, bukan hanya sebagai dua insan yang saling mencinta, tapi sebagai satu tujuan.
InsyaAllah, pernikahan kami akan dilangsungkan pada Minggu, 6 Juli 2025.
Semoga hari bahagia ini menjadi awal dari kehidupan yang penuh keberkahan, cinta yang tumbuh dalam ibadah, dan perjalanan panjang dalam ridha Allah.
Karena ini bukan akhir cerita cinta kami—ini adalah bab pertama dari kisah kami sebagai satu.